Isu keberlanjutan telah dimulai sejak era 1960-an dan mulai digaungkan secara formal pertama kali di salah satu event United Nations (UN/PBB) tahun 2004. Dalam Principles for Responsible Investment (PRI) ditetapkan untuk penerapan ESG di setiap aktivitas keuangan suatu organisasi.
ESG merupakan kerangka kerja untuk setiap pemangku kepentingan dalam mengelola peluang dan risiko terhadap tiga pilar yaitu lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (governance).
Saat ini banyak perusahaan berlomba untuk menerapkan ESG seiring terus meningkatnya gaung konsep keberlanjutan ini kendati penerapannya ada yang “sekadar” memenuhi aturan pemerintah (formalitas) namun tidak sedikit yang menjadikannya sebagai fondasi bisnis untuk keberlangsungan perusahaan.
Dalam konteks penerapan ESG, pengembang PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Indonesia) menjadikan ESG sebagai fondasi dalam setiap pengembangan proyeknya. Penggabungan ini memberikan dampak di setiap proyek yang dihasilkan bukan hanya sukses secara bisnis tapi bisa menjadi ikon hingga destinasi baru di kawasan.
“Selama ini jargon properti seperti lokasi-lokasi-lokasi itu hanya hal penting tapi bukan faktor utama. Kami mengonsep pendekatan berbeda untuk membuat suatu ekosistem yang akan terus berkembang dari setiap proyek yang kami bangun sehingga dampaknya juga sustain terhadap bisnis, lingkungan, maupun masyarakat,” ujar Presiden Direktur-CEO Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo.
Konsep ini juga akhirnya mengubah paradigma INPP dalam merancang, mendesain, hingga membangun kawasannya. Pendekatannya bukan lagi mengejar profit maupun estetika fasad, tapi setiap proyeknya bisa memberikan dampak yang jangka panjang dengan setiap pengembangan yang dilakukan memang sesuai permintaan pasar dan dibutuhkan oleh kawasannya.
Konsep keberlanjutan yang dijaga dalam setiap pengembangan proyek sangat penting untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang juga jangka panjang. Dampak lainnya, hal ini membuat setiap pengembangan proyek Paradise Indonesia bisa memberikan kontribusi positif bagi seluruh stakeholder.
“Bisnis pengembangan properti sendiri merupakan bisnis jangka panjang dan dengan pengalaman selama ini kami sangat memahami kalau konsep keberlanjutan melalui penerapan ESG menjadi kunci untuk memastikan setiap proyek yang dibangun bisa memberikan dampak besar bagi kelangsungan bisnis perusahaan maupun masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Untuk itu berbagai efisiensi akan terus dilanjutkan terutama pengembangan strategi dengan melihat tren maupun kebutuhan pasar. Penerapan teknologi untuk terus mendorong berbagai praktik ramah lingkungan juga menjadi fokus utama dalam setiap pengembangan proyek.
Dalam setiap pengembangan proyek juga bukan hanya menerapkan konsep ramah lingkungan tapi juga harus memberikan edukasi khususnya kepada konsumen. Karena itu ruang terbuka, pengelolaan limbah, hingga berbagai penerapan green building terus menjadi bagian dari aktivitas perusahaan.


